Daftar Mata Pelajaran

Selasa, 29 Januari 2019

Tanggapan Film Wreck-It-Ralph 2 karya Phil Jhonston

Judul Film : Wreck-It-Ralph 2
Sutradara : Phil Johnston dan Rich Moore
Produser : Clark Spencer
Produksi :  Walt Disney Animation Studios
Durasi : 116 menit

Ralph Breaks the Internet adalah sebuah film komedi animasi komputer 3D Amerika Serikat yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios.  Sekuel dari film 2012 Wreck-It Ralph, dan film fitur animasi Disney ke-57, film tersebut menampilkan pengisian suara dari John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer, Jane Lynch, Taraji P. Henson, Alan Tudyk dan Gal Gadot.
Cerita bermula dari dua sahabat Ralph (John C.Reilly) dan Vanellope (Sarah Silverman) yang memutuskan menjelajahi dunia baru, padahal tak tahu apa yang ada di sana. Mereka hanya punya satu tujuan ke sana, menyelamatkan permainan Vanellope, Sugar Crush yang kehilangan alat kemudi / stir.
Awalnya, semua baik-baik saja. Ralph dan Vanellope menjalani peran mereka sebagai karakter dalam permainan di siang hari dan bersantai di malam hari bersama teman-teman sesama karakter lainnya. Namun, ada sebuah kesalahan yang menyebabkan permainan Sugar Rush rusak. Di tengah kepanikan, Ralph dan Vanellope menemukan hal baru, internet. Mengabaikan apa yang nantinya terjadi, keduanya memutuskan masuk ke sana.Tak mereka sangka, keputusan ini memicu konflik dalam persahabatan, dan ini menjadi inti dari kisah ini. Terlebih, hadirnya karakter baru, Shank (Gal Gadot), si pebalap tangguh dari game Slaughter Race di tengah-tengah Ralph dan Vanellope. Sutradara Rich Moore dan Phil Johnston menghadirkan konflik-konflik emosi berbumbu petualangan menyenangkan dan hal konyol dalam film ini. Belum lagi dengan tambahan karakter baru yang membuat petualangan di dunia internet terasa nyata, seperti Yesss (Taraji P. Henson), kepala alogaritma sekaligus pusat laman "BuzzzTube", KnowsMore (Alan Tudyk), mesin pencari serba tahu yang membantu Ralph dan Vanellope menjelajahi internet.

Karakter yang sudah ada yakni Fix-ir-Felix Jr. (Jack McBrayer) dan Sergeant Calhoun (Jane Lynch) juga hadir dengan masalah unik mereka yang melibatkan teman-teman Vanellope.
Di samping konflik emosi, penonton akan diajak sekedar melihat apa yang terjadi di dunia internet yang mungkin selama ini sudah mereka tahu dan mungkin saja memunculkan semacam gumaman,"Ohiya". Yang menarik, di bagian akhir film, penonton bisa menyaksikan video klip "Sebuah Lagu" dari band Payung Teduh, yang akan ditampilkan pada end-credit title film.

Oleh
Fadhil Satrio Wibowo VIII.9 / 11

Senin, 28 Januari 2019

Tanggapan buku "Dr. Seuss' The Lorax" karya Dr. Seuss

Buku "Dr.seuss' The Lorax"
Penulis: Dr Seuss
Negara: Amerika Serikat
Bahasa: Inggris
Aliran: Bacaan anak-anak
Penerbit: Rumah Acak
Tanggal penerbitan: 1971 (diperbaharui 1999)
Halaman: 64
The Lorax adalah buku anak-anak yang ditulis oleh Dr. Seuss dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1971.  Ini menceritakan keadaan lingkungan yang menyedihkandan Lorax adalah karakter tituler, yang "berbicara untuk pohon-pohon" dan berhadapan dengan Once-ler , yang menyebabkan degradasi lingkungan. Seperti dalam kebanyakan buku Dr. Seuss, makhluk yang disebutkan biasanya unik untuk ceritanya.
Cerita ini secara umum diakui sebagai sebuah dongeng tentang bahaya yang ditimbulkan oleh keserakahan korporasi terhadap alam, menggunakan elemen sastra dari personifikasi untuk menciptakan karakter yang berhubungan dengan industri (sebagai Dahulu) dan lingkungan (sebagai Lorax).
Seorang anak lelaki yang tinggal di daerah yang tercemar mengunjungi seorang lelaki terisolasi yang aneh bernama Once-ler di Jalan Lorax yang Terangkat. Bocah itu membayar lima belas sen, lima belas sen, paku, dan cangkang keong kakek buyut untuk mendengar legenda bagaimana Lorax diangkat dan dibawa pergi.
The Once-ler memberi tahu bocah itu tentang kedatangannya di lembah yang indah yang berisi hutan pohon Truffula dan sejumlah binatang. The Once-ler, yang telah lama mencari pohon seperti Truffula, memotong satu dan menggunakan dedaunan seperti sutra untuk merajut Thneed, pakaian yang sangat serbaguna. Lorax, yang "berbicara untuk pohon-pohon" karena mereka tidak memiliki lidah, muncul dari tunggul Truffula dan menyuarakan ketidaksetujuannya atas pengorbanan pohon dan Thneed itu sendiri. Namun, orang lain pertama yang terjadi dengan membeli Thneed seharga $ 3,98, sehingga Once-ler didorong dan memulai bisnis membuat dan menjual Thneed.
Di masa sekarang, gedung-gedungnya berantakan di sekitarnya, The Once-ler akhirnya menyadari dengan keras apa yang dimaksud Lorax: "Kecuali seseorang seperti Anda sangat peduli, tidak ada yang akan menjadi lebih baik. Tidak." Dia kemudian memberi anak laki-laki itu benih Truffula terakhir dan mendesaknya untuk menumbuhkan hutan darinya, dengan mengatakan bahwa, jika pohon-pohon itu dapat dilindungi dari penebangan, maka Lorax dan semua temannya dapat kembali.
     menurut saya, tanggapan orang terhadap buku ini adalah berbeda beda. Mungkin untuk sebagaian orang, buku ini sangatlah bagus, karena didalam buku ini mengandung banyak  amanat  apalagi untuk anak anak, agar anak anak selalu menjaga lingkungan nya.   Akan tetapi, menurut pengusaha penebang kayu, mereka merasa tersinggung melalui isi buku ini.
        Jadi kesimpulannya, kita tetap bisa mendapatkan amanat dari buku ini jika kita menanggapinya dengan kritis dan tidak menuruti dari pikiran egois kita, dan selalu berupaya menjaga kelestarian lingkungan.

Oleh: Muhammad Nizar B
VIII.9 (17)

Minggu, 27 Januari 2019

Tanggapan Novel The Jacatra Secret karya Rizki Ridyasmara


Judul          : The Jacatra Secret : Misteri Simbol Satanic di Jakarta
Penulis       : Rizki Ridyasmara
Penerbit     : PT Bentang Pustaka
Tebal buku : 438 hlm
The Jacatra Secret merupakan sebuah novel karya Rizki Ridyasmara yang mengangkat sejarah kelam kota Jakarta dengan alur cerita yang cukup unik dan menarik. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2013 oleh penerbit Bentang Pustaka.
Novel ini menceritakan seorang simbolog terkemuka dari Amerika, Doktor John Grant yang berkunjung ke Indonesia sebagai pembicara di salah satu acara pertemuan komunitas penggemar teori konspirasi.Ia tak menyangka bahwa kunjungannya ke Indonesia akan serumit ini. Doktor John Grant justru terseret ke dalam labirin kasus pembunuhan seorang pejabat pemerintahan.
Misi pengejaran yang semula satu arah, ternyata berbalik menyerang dirinya. Dibayangi teror, Doktor Grant harus segera menghentikan gerak sang pembunuh sebelum korban lain berjatuhan. Pengejaran itu tanpa disangka membawanya menelusuri lorong rahasia di Jakarta, menguak simbol-simbol terpendam yang tak banyak diketahui orang. Rahasia besar Jakarta yang sengaja dikubur dalam-dalam oleh para pembangunnya selama berabad-abad terkuak satu persatu. Bukti tak terbantahkan berserakan; ada sejarah yang sengaja tak disampaikan.
Novel ini sekilas tampak sama dengan tema yang diangkat oleh Dan Brown, penulis Davinci Code dan Angels and Demon sehingga banyak penikmat novel menyebut novel ini adalah davinci code versi indonesia. Terlepas dari hal itu, Rizki cukup piawai dalam membangun cerita fiksi yang menggabungkan sejarah, lokasi dan teori konspirasi. Semuanya tampak relevan dan terlebih setting yang sangat akrab dengan pembaca. Pada beberapa halaman awal, pembaca banyak disuguhkan data-data mengenai tata ruang kota, arsitektur, monumen dan prasasti yang menguatkan novel ini dengan fakta-fakta yang benar-benar dapat terjadi dalam sebuah novel fiksi.
Riset yang dilakukan penulis untuk mencari berbagai referensi patut diapresiasi. Tetapi dalam hal alur cerita sedikit membingungkan para pembaca. Misalnya, ketika adegan Drago mengejar Angelina dan disisi lain Luthfi Assameiri sedang menginvestigasi TKP, membuat pembaca harus lebih fokus untuk memahami adegan sebelumnya untuk membaca lanjutan adegan tersebut karena sudah terselipi oleh adegan yang berbeda. Novel ini juga memberikan pemaparan yang cukup lengkap disetiap adegannya mulai dari sejarah bangunan sampai rahasia-rahasia yang tersembunyi didalamnya. Sehingga saat membaca novel ini secara tidak langsung pembaca mengetahui fakta-fakta sejarah dibalik objek yang diceritakan. Tentunya menjadi suatu hal yang menarik untuk mengetahui fakta sejarah melalui sebuah novel fiksi.



Oleh: Hibban Dias R. / 14
VIII.9

Tanggapan Novel Fahrenheit 451 Karya Ray Bradburry


Judul            : Fahrenheit 451
Author          : Ray Bradburry
Penerbit       : Ballantine Books
Tahun terbit  : 1953
Tebal            : 234 halaman


Novel Fahrenheit 451 karya Ray Bradburry ini menceritakan seorang pemuda bernama Guy Montag, Guy Montag adalah seorang pemadam kebakaran yang telah sepuluh tahun bekerja di fahrenheit 451. Sayangnya, pemadam kebakaran sekarang bukan bekerja untuk memadamkan api, melainkan malah memulai api. Ia sangat menyukai pekerjaannya membakar. Baginya, kobaran api adalah pertunjukan yang menakjubkan, dan minyak tanah adalah sebuah wangi parfum. Pemadam kebakaran membakar segala macam bentuk buku beserta rumah pemiliknya. Orang-orang dilarang membaca buku dan menyimpannya. Saat itu buku adalah pelanggaran berat. Buku dianggap benda yang tak bisa memberikan kebahagiaan. Buku adalah benda yang menyesatkan.


Tagline buku ini menjelaskan judul: "Fahrenheit 451 - suhu di mana kertas buku terbakar, dan terbakar ...". Dalam sebuah wawancara radio tahun 1956, Ray Bradbury mengatakan bahwa ia menulis Fahrenheit 451 karena kekhawatirannya pada saat itu di era McCarthy tentang ancaman pembakaran buku di Amerika Serikat.


Di novel Fahrenheit 451 Ray Bradburry mengangkat hal kecil yang memiliki dampak lebih besar terhadap peradaban; peradaban tanpa buku, peradaban dimana orang-orang mendewakan tv dan radio. Banyak sebenarnya pendeskripsian yang rinci, tapi ia menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti. Membaca novel ini memang memerlukan konsentrasi yang penuh. Novel ini penuh metafora sampai-sampai penulis kurang memperhatikan detil plot.

Tanggapan Film Hacksaw Ridge Karya Mel Gibson

Mel Gibson adalah seorang aktor sekaligus filmmaker. Ia merilis sqlah satu filmnya yaitu Hacksaw Ridge pada bulan November, 2016. Hacksaw Ridge merupakan film biografi Desmond Doss, yaitu seorang tentara pada PD II yang sedang bertugas di Oikinawa, Jepang. Film ini mendapat rating 8.1 dari IMDb dan 86% dari Rotten Tomatoes.

Film ini menceritakan tentang Desmond Doss, anak dari Thomas Doss. Thomas Doss merupakan Mantan Tentara pada PD I yang menjadi pemabuk karena merasa trauma dan kehilangan ketuga sahabatnya disaat ia bertugas di Perancis. Desmond muda pernah hampir membunuh saudaranya membuatnya meyakini bahwa membunuh itu merupakan suatu dosa terbesar dan memperkuat keyakinannya untuk jangan membunuh.

Bertahun-tahun kemudian, Doss membawa seorang anak ke rumah sakit dan disana ia bertemu dengan Dorothy Schutte. Ia menyukai wanita tersebut dan memberitahu ketertarikannya akan dunia medis. Singkat cerita, Doss pun mendaftar menjadi tentara angkatan darat untuk menjadi anggota medis. Sebelum berangkat at ke tempat pelatihannya, Doss melamar Dorothy untuk menjadi istrinya dan wanita tersebutpun mengiyakan hal tersebut.

Meskipun Doss unggul secara fisik, akan tetapi ia dikucilkan oleh para wamil yang lain karena imannya untuk tidak pernah memegang senjata sekalipun dan menolak beraktivitas di hari sabtu. Banyak cara yang dilakukan para pemimpin dan sersan yang mengomando Doss untuk mengusirnya dari ketentaraan. Akan tetapi semua siksaan itu dilalui Doss dan ia tetap ingin untuk menjadi wamil.

Doss pun hampir gagal menikahi Dorothy karena ia tidak diperbolehkan untuk cuti karena tidak ingin memegang senjata. Hapir saja dikeluarkan dari ketentaraan dengan tidak terhormat, akan tetapi ada undang-undang kongres yang melindunginya dan ia pun tetap menjadi anggota militer dan menikahi Dorothy.

Singkat cerita, pada perang di Oikinawa, Escarpment Maeda (Hacksaw Ridge)  Doss dengan tekad dan imannya berhasil menyelamatkan 75 tentara Hacksaw Ridge dan menjadi orang terhormat disana. Doss pun meninggal pada 23 Maret, 2006 pada usia 87.

Meskipun diangkat dari kisah nyata, Mel Gibson selaku sutradara sukses dalam mengeksekusi film ini. Visual serta cerita yang bisa dianggap tidak ada cacatnya sama sekali membuat film ini sukses dan dapat menyabet beberapa nominasi oscar. Emosi para penonton yang dicampur aduk sukses membuat film ini mendapat rating yang bagus. Kita dapat mengambil beberapa nilai moral dari film ini seperti, Keyakinan adalah segalanya dan jangan pernah balas dendam pada musuhmu dalam perang sekalipun. 

By, Tualang Noer Carstenza, 22

Tanggapan Film Cars 2 karya : John Lasseter

Tanggapan Film Cars 2 karya : John Lasseter

Judul Film : Cars 2
Sutradara  : John Lasseter dan Brad Lewis
Produser   : Denise Ream
Produksi   : Pixar Animation Studios
Durasi       : 106 menit

Cars 2 merupakan film cartoon / animasi 3D Amerika Serikat yqng berisi kehidupan kendaraan dan balapan. Film animasi 3D ini disutradarai oleh John Lasseter, dan dibantu oleh rekan kerjanya Brad Lewis. Film ini diproduksi oleh Denisa Team dari perusahaan Pixar Animation Studios dan didistribusikan oleh Walt Disney Studios. Film berdurasi 106 menit ini dirilis di Indonesia 12 Oktober 2011. Yang berperan sebagai pengisi suara yaitu Owen Wilson, Larry the Cable Guy, Michael Caine, Emily Mortimer, Jason Issacs, dan Thomas Kretschmann. Dari pembuatan film ini dapat meraup keuntungan kotor ± 359 juta USD.

Sabtu, 26 Januari 2019

Manusia Setengah Salmon, buku karya Raditya Dika

Judul buku   : Manusia Setengah Salmon
Pengarang     : Raditya Dika
Penerbit        : GagasMedia
Kota terbit    : Jakarta
Tahun terbit  : 2011
Tebal buku   : 264 halaman
Bagi fans Raditya Dika pasti sudah tidak asing lagi dengan buku yang ditulis oleh sang komedian Raditya Dika yang berjudul Manusia Setengah Salmon. Buku ini merupakan seri lanjutan dari buku sebelumnya yaitu Komik Kambing Jantan 2 dan lanjutan dari seri ini adalah buku Koala Kumal. Jenis dari buku ini adalah Non-fiksi dan komedi, dalam buku ini Raditya Dika menambahkan potongan beberapa cerita dari buku pendahulunya yang masih berkaitan dengan buku ini. Buku ini sangatlah berbeda dari yang sebelumnya, karena terdapat tips dari Twitter Raditya Dika yang berisi pertanyaan dan akhirnya dijawab oleh Raditya Dika sendiri.
Buku ini berisi tentang lika-liku kehidupan yang dialami oleh Raditya Dika, dimulai dengan cerita yang berjudul "Ledakan paling merdu" yang menceritakan bagaimana kegiatan yang dilakukan Dika dan ayahnya saat pagi yaitu dengan melakukan senam kentut agar dapat membuang gas gas yang ada didalam perut. Diikuti oleh cerita yang berjudul "Akibat Bertanya Ke Orang Yang Salah Tentang Ujian", menceritakan tentang pertanyaan - pertanyaan yang ditanyakan oleh pengikut Dika di Twitter tentang tips yang dapat dilakukan saat ujian. Dan di akhiri oleh cerita yang berjudul "Manusia Setengah Salmon", sama seperti juduk buku ini, bab ini menceritakan tentang kehidupan Dika saat temannya Pito dan Mister yang sudah menikah sedangkan ia sendiri masih jomblo yang dapat mengundang tawa. Seluruh cerita yang ada dibuku ini memilik amanat tersendiri atau pesan pesan yang dapat kita ambil.
Buku ini sedikit agak aneh, karena masing masing bab di buku ini tidak berkaitan antara satu dengan yang lain, dengan kata lain masing masing bab di buku ini acak, dan juga terdapat kata kata/kalimat yang terkesan tidak masuk akal, seperti “Kita benar-benar tua di jalan. Saking tuanya gue di jalan gara-gara macet, bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi, saat gue pergi dari rumah ke mal pas pulang ke rumah, gue udah punya istri lengkap dengan tiga orang anak. Dan, salah satu dari anak gue lagi hamil muda”. Tetapi semua itu dapat ditutupi oleh cerita masing masing bab yang memiliki pesan moral yang dapat kita ambil dan juga dapat mengundang tawa dan juga bahasa yang dipakaipun merupakan bahasa sehari hari jadi apa yang ingin disampaikan Dika dapat tersampaikan ke kita yang membacanya, dan kita akan langsung memahami isi cerita di dalam buku ini.
Buku yang layak dibaca dikalangan dewasa maupun remaja ini mengandung banyak pesan moral akan perpindahan, karena kita akan mengalami itu, kita hanya bisa menikmatinya saja dan berusaha agar perpindahan inibterasa menyenangkan dengan berbagai cara, dan kita harus siap menerima perpindahan karena perpindahan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Nama : Miko Putra Wijaya
Kelas/absen : VIII.9 /15